Kamis, 29 September 2011

Napalm Death

Napalm Death adalah sebuah band grindcore/death metal yang paling bertahan lama, mereka berasal dari Birmingham, Inggris. Mulanya band dibentuk di desa Meriden dekat Birmingham, Inggris pada tahun 1981[4] oleh Nicholas Bullen dan Miles Ratledge, dengan nama band awal Civil Defence.
Walaupun grup-grup lain telah lebih dahulu memainkan musik cepat dan agresif, Napalm Death selalu di sebut-sebut sebagai definisi struktur musik genre grindcore melalui campuran post-punk, hardcore punk dan metal, bermain secara agresif, tempo yang cepat dan vokal yang dalam dan parau. Grup ini menggunakan istilah "Grind" untuk menjabarkan musik yang mereka mainkan dengan referensi ke band post-punk Swans dari Amerika.
Sekarang tidak ada lagi anggota asli dari Napalm Death yang tersisa. Awal sejarah dari band ini adalah satu dari perputaran anggota tetap: grup tidak lagi memilki anggota asli pada saat mereka melakukan rekaman kedua debut album Scum pada tahun 1987.
Napalm Death dimasukan ke dalam kategori sebagai band death metal terlaris ketujuh di Amerika oleh Nielsen Soundscan.

Baca Selengkapnya
»»  Selengkapnya

Jeruji

Pertama berdiri tahun 1996, tepatnya pada tanggal 30 September. Awalnya sekelompok pemuda terdiri dari Aldonny, Heru, Dicky dan Hendra mencoba turut menyuarakan kepedihan mereka terhadap kehidupan. Dengan nama Mutant X mereka membawakan lagu lagu band kesukaan mereka. Seiring dengan perjalanan waktu mereka merasa nama Mutant X kurang Indonesia. Akhirnya terpilihlah JERUJI sebagai nama yang mewakili mereka pada saat dipanggil ke atas panggung.
Perjalanan karier Jeruji meniti arus naik turun dan pahit manisnya panggung ke panggung. Hingga pada akhirnya mereka diajak terlibat dalam satu kompilasi klasik yang bertajuk Bandung’s Burning pada tahun 1997 yang diproduksi oleh Riotic Recs dengan single No Really Competitions. Masih pada tahun yang sama Jeruji menerima ajakan untuk terlibat dalam satu kompilasi yang di produksi oleh label Tian An Men ..89 Recs dari Perancis dan masuklah single Pianjingeun pada kompilasi yang dirilis dalam bentuk piringan hitam ukuran 7 inci dan beredar di Perancis dan negara Eropa lainnya secara independen.
Pada tahun 1998 setelah sekitar 2 tahun mencoba dari panggung ke panggung underground scene di Indonesia akhirnya Jeruji menelurkan album perdananya secara independen dengan judul Freedom yang dirilis oleh 41 Recs Bandung. Pada tahun yang sama juga kompilasi Brain Beverages dirilis dan single Broken adalah lagu Jeruji yang terlibat didalam kompilasi yang dirilis oleh Harder Recs Bandung.
Ternyata gaung Jeruji sampai juga ke negara Matahari Terbit dan sebuah records company bernama All System Fail merilis kembali kompilasi yang berisi single Pianjingeun bekerja sama dengan Tian An Men ..89 Recs dalam bentuk compact disc dan dirilis pada tahun 1999. Di dalam negeri sendiri Jeruji ternyata concern dengan tidak adanya skatepark yang representatif untuk para skateboarder bermain. Seiring dengan ide itu Jeruji diajak oleh ISA (Indonesian Skateboarding Association) dan Spills Records untuk membuat kompilasi yang keuntungannya diperuntukan pada pembuatan Skatepark. Single Drunk With Power menjadi salah satu lagu yang ada dalam A Ticket To Ride “benefit for local skatepark” yang dirilis oleh Spills Records.
Pada tahun 2000 Jeruji berubah formasi dan memutuskan untuk menambah personel sebagai bagian dari dinamisnya musik Jeruji. Robby mengisi posisi gitar dan memberi nafas baru bagi Jeruji. Dan pada tahun ini juga album Lawan dirilis oleh Napi Recs. Perjalanan panggung Jeruji ternyata tidak berhenti, tetapi malah semakin banyak dan mendewasakan masing masing personelnya.
Ide pembuatan live recording yang melibatkan penonton secara langsung memang belum ada waktu itu di Indonesia ternyata menarik untuk beberapa pihak. Dan akhirnya terwujud sudah dan melibatkan beberapa band pionir dan label independen di Bandung. Dengan tajuk 4 Harvest Live Recording Jeruji bersama dengan Puppen, Forgotten dan Blind To See melakukan pertunjukan yang direkam secara live di Dago Tea House indoor pada tahun 2001 yang rencananya akan dirilis dalam bentuk kaset, CD dan VCD.
Pada akhir tahun 2003, formasi terakhir Jeruji yaitu Aldonny”Themfuck”, Heru, Robby, Sanny dan Opick telah merampungkan materi lagu untuk album yang ketiga. Setelah melalui proses negosiasi dan sign kontrak dengan salah satu label rekaman independen, akhirnya pada bulan Agustus 2004 album mereka yang diberi nama 3rd berhasil dirilis secara eksklusif oleh Subciety Records. Album tersebut berisikan 13 lagu dengan materi dan nuansa yang sangat berbeda dari album mereka sebelumnya. Sebagai pemanasan bagi skena bawah tanah di Indonesia, Jeruji baru saja merampungkan video klip untuk Single Lawan. Namun setelah identitas diri mereka mulai tumbuh di dalam sebuah komunitas yang cukup solid di Bandung, akhirnya Jeruji harus ditinggalkan oleh salah satu gitarisnya yaitu Heru dan sementara untuk mengisi kekosongannya posisi tersebut digantikan oleh Ayi sebagai additional. Line-up tersebut tidak bertahan lama karena Ayi mundur kemudian Robby sempat minta ijin cuti untuk menikah, lalu masuk Badik dan Robby kembali main gitar sampai akhirnya Robby mengalami kecelakan yg cukup parah. Ale dari Full of Hate kemudian masuk menggantikan, hingga sekarang.
Jeruji sendiri sekarang sedang dalam proses pembuatan materi album yang ke-4.




Nama: JERUJI
Tanggal/Tahun Berdiri: 30 September 1996
Genre: Hardcore/Punk/Metal Personel/Instrumen:
1. Themfuck (vokal)
2. Sani (drum)
3. Pengex (bas)
4. aLe (gitar)
KONTAK
Manajer: Meg
Ponsel: 0816623225
E-mail: guemegadeth@yahoo.com
MySpace: www.myspace.com/jeruji
DISKOGRAFI
Album Penuh
1. Freedom
Label: 41 Records
Tahun Terbit: 1998
2. Lawan
Label: Napi Records
Tahun Terbit: 2000
3. 3rd
Label: Subciety Records
Tahun Terbit: 2004
Album Kompilasi
1. Bandung’s Burning
Lagu: No Really Competitions
Label: Riotic Records
Tahun Terbit: 1997
2. Tian An Men Compilation
Lagu: Pianjingeun
Label: 89 Records (Perancis)
Tahun Terbit: 1997
3. Brain Beverages
Lagu: Broken
Label: Harder Records
Tahun Terbit: 1998
4. All Systems Fail Compilation
Lagu: Pianjingeun
Label: All Systems Fail (Jepang)
Tahun Terbit: 1999
5. A Ticket to Ride
Lagu: Drunk With Power
Label: Spills Records
Tahun Terbit: 2000
INFO TAMBAHAN
Konser Terbaik:
1. Bandung Brisik, Bandung
2. Band pembuka The Exploited, Bandung
3. Band pembuka Walls of Jericho, Jakarta

sumber: musikator.cm/jeruji
»»  Selengkapnya

Burgerkill

Burgerkill adalah sebuah band metalcore yang berasal dari kota Bandung, Jawa Barat. Nama band ini diambil dari sebuah nama restaurant makanan siap saji asal Amerika, yaitu Burger King, yang kemudian oleh mereka diparodykan menjadi "Burgerkill".

Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya.
Mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudul Masaindahbangetsekalipisan tersebut.
Pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi Breathless dengan menyertakan lagu Offered Sucks didalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul Independent Rebel.
Disekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis).
Di tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title Dua Sisi oleh Riotic Records. Di tahun yang sama, band ini juga merilis single Everlasting Hope Never Ending Pain lewat kompilasi Ticket To Ride.
Mereka menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika: Puma yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia: INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.
Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title Berkarat.
Pada pertengahan tahun 2004, lewat album Berkarat Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia Ami Awards. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori Best Metal Production.
Di awal tahun 2005, Toto memutuskan untuk meninggalkan band tersebut. Mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player.
November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 Beyond Coma And Despair di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ini pun menjadi salah satu album terbaik di Rolling Stone Indonesia.[1]
Ivan sang vokalis akhirnya menghembuskan napas terakhirnya ditengah-tengah proses peluncuran album baru mereka di akhir Juli 2006. Setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka.
Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka.
Band ini pernah satu panggung dengan beberapa band luar deperti The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa. Band ini juga menandatangani kontrak dengan Xenophobic Record Australia. Band ini juga akan merilis album baru mereka, Venomous pada bulan Juni 2011.


Album Studio

wikipedia
»»  Selengkapnya

Lagwagon



Lagwagon is a punk rock band based in the small town Goleta located just outside Santa Barbara, California. They have released 8 albums through Fat Wreck Chords (What about leftovers was released through My Records), and lead singer Joey Cape is also in punk rock cover band Me First & The Gimme Gimmes and Bad Astronaut with whom he released two albums. In 2004, Joey released a split acoustic album (called Acoustic) together with No Use For A Name vocalist Tony Sly, which features acoustic versions of songs by both bands. Their latest album, entitled Resolve, was released on the 1st of November 2005.

Current lineup

Joey Cape - Vocals
Chris Flippin - Guitar
Chris Rest - Guitar
Jesse Buglione - Bass
Dave Raun - Drums

Former members
Shawn Dewey - Guitar (1990-1997)
Derrick Plourde - Drums (1990-1996)
Ken Stringfellow - Guitar (1997)

The new album Resolve is a homage to the life of Derrick Plourde, original drummer for Lagwagon and Bad Astronaut. The twelve songs on Resolve take the listener on an emotional trek filled with passion, power, and the melodious angst you know and love from Lagwagon.

Discography

Duh! (1992)
Trashed (1994)
Hoss (1995)
Double Plaidinum (1997)
Let's Talk About Feelings (1998)
A Feedbag of Truckstop Poetry (7", 2000)
Let's Talk About Leftovers (compilation of rare and previously unreleased tracks, 2000)
Blaze (2003)
Live in a Dive (2005)
Resolve (2005)

Lagwagon has also featured on several compilations

courts: sing365.com
»»  Selengkapnya