Jumat, 21 Oktober 2011

Arcade Fire

Arcade Fire merupakan sebuah grup musik asal Kanada yang bermarkas di Montreal, Quebec. Grup musik ini beranggotakan 11 orang yaitu Win Butler, Régine Chassagne, Richard Reed Parry, William Butler, Tim Kingsbury. Sarah Neufeld, Jeremy Gara, Owen Pallett, Marika Anthony Shaw, Colin Stetson, dan Kelly Pratt. Album pertamanya ialah Funeral dirilis tahun 2004.

Diskografi
 
Latar belakang
Asal Montreal, Quebec, Kanada
Genre Indie rock
Art rock
Post-punk revival
Baroque pop
Tahun aktif 2003–sekarang
Label Merge, Rough Trade, City Slang
Artis terkait Bell Orchestre
Final Fantasy
Situs web ArcadeFire.com
Anggota
Win Butler
Régine Chassagne
Richard Reed Parry
William Butler
Tim Kingsbury
Sarah Neufeld
Jeremy Gara
Owen Pallett
Marika Anthony Shaw
Colin Stetson
Kelly Pratt
Mantan anggota
Howard Bilerman
Josh Deu
Brendan Reed
Myles Broscoe
Dane Mills
Tim Kyle
                                             

»»  Selengkapnya

Kamis, 20 Oktober 2011

Hatebreed

Biografi :

SEJARAH
Hetebreed dibentuk pada tahun 1994 di Bridgeport, Waterbury, dan New haven. Mereka memulai dengan merekam tiga lagu demo dan menjualnya di daerah lokal mereka. Tiga lagu tersebut kemudian dirilis dengan New York’s Neglect pada tahun 1995. Pada tahun berikutnya mereka merilis “Satisfaction is the Death of Desire” di Victory Records. Satisfaction terjual lebih banyak jika dibandingkan dengan debut lainnya dalam sejarah perusahaan rekaman tersebut.

Mereka melakukan tour dengan band metal nasional seperti Slaver, Deftones, Entombed, dan Napalm Death mempengaruhi musik mereka dan membawa mereka penajdi pusat perhatian dari para penggemar non-hardcore/metalcore. Pengaruh tersebut juga muncul pada album mereka selanjutnya di tahun 2002 “Perseverance” dan “The Rise of Brutality” di tahun 2003.
Setelah merilis “The Rise of Brutality” band ini ikut serta dalam tour 2004 “Unholy Alliance” di Eropa bersama dengan Slaver, Slipknot, dan Mastodon. Pada Juni 2006, mereka juga melakukan tour ke Eropa dan tampil di Download Festival di Donnington, Inggris.
Album keempat mereka “Supremacy” dirilis pada Agustus 2006 yang bekerja sama dengan Roadrunner records dan menampilkan gitaris baru Frank Novinec (yang sebelumnya bermain dengan Ringworm, Terror, dan Integrity).

Pada 13 September 2006, gitaris mereka Lou “Boulder” Richards bunuh diri di usia 35. Hatebreed kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa mereka meminta maaf atas kejadian ini dan berdoa agar Lou mendapatkan kedamaian.

Pada tahun 2008, Hatebreed tampil di Festival Wacken Open Air bersama Iron Maiden, Children of Bodom, dan Avantasia. Pada April 2008, Hatebreed menandatangani kerja sama dengan Koch Records untuk merilis album DVD mereka dengan judul “For The Lions”. Pada 9 Februari 2009, sang gitaris Sean Martin keluar dari keanggotaan band dikarenakan dia mempunyai ketertarikan pada jenis musik lain.

Album kelima mereka “Hatebreed” dirilis pada 29 September 2009 dan pada tahun 2010 mereka berpartisipasi di festival Mayhem.

DISKOGRAFI
Satisfaction Is The Death of Desire (1997)
Perseverance (2002)
The Rise of Brutality (2003)
Supremacy (2006)
For The Lions (2009)
Hatebreed (2009)


http://selebriti.kapanlagi.com/hollywood/h/hatebreed/
»»  Selengkapnya

Simple Plan

Simple Plan adalah band pop punk asal Montréal, Québec, Kanada. Sejak terbentuk mereka tidak pernah mengalami pergantian personil dan mereka adalah Pierre Bouvier, Jeff Stinco, Sébastien Lefebvre, Chuck Comeau, dan David Desrosiers. Sampai saat ini mereka telah merilis 4 album studio: No Pads, No Helmets...Just Balls (2002), Still Not Getting Any... (2004), Simple Plan (2008), dan Get Your Heart On! (2011).

Pada tahun 1996, band Reset dibentuk oleh Pierre Bouvier, Chuck Comeau, Philippe Jolicoeur, dan Adrian White.[1] Reset melakukan tur di Kanada bersama MxPx, Ten Foot Pole, dan Face to Face, walaupun mereka tidak terlalu berhasil mendapatkan popularitas.[2] Album perdana mereka, No Worries, dirilis pada 1999. Tak lama, Chuck Comeau pergi dari band untuk masuk kuliah.[1] Dua tahun kemudian dia bertemu dengan teman-temannya semasa SMA, Jeff Stinco dan Sébastien Lefebvre, yang pada saat itu sedang berada di band mereka masing-masing, dan mereka berniat untuk bergabung membentuk band sendiri.[1] Sementara itu, Reset merilis Album kedua mereka, No Limits. Suatu hari, Comeau dan Bouvier bertemu kembali di konser Sugar Ray[2] dan Bouvier meninggalkan Reset untuk bergabung dengan Comeau. David Desrosiers lalu menggantikan posisi Bouvier di Reset, tetapi dia jga meninggalkan Reset enam bulan kemudian dan bergabung dengan Bouvier.[1][2] Hal ini membuat Bouvier dapat berkonsentrasi pada posisi vokal, setelah sebelumnya sempat merangkap mengisi posisi vokal sekaligus bass.
Asal nama Simple Plan tidaklah jelas. Ketika ditanya, para personil band sering memberikan jawaban berupa lelucon, termasuk salah satunya adalah karena mereka membentuk band sebagai sebuah "rencana dadakan" untuk menghindari bekerja di restoran cepat saji. Tapi bagaimanapun, kemungkinan paling besar, nama "Simple Plan" diambil dari judul film "A Simple Plan",[3][4] atau lagu karya Piebald berjudul "Just a Simple Plan".

Pada Maret 2002, Simple Plan merilis studio album pertama mereka, No Pads, No Helmets...Just Balls yang dilanjutkan denga dirilisnya singel: "I'm Just a Kid", "I'd Do Anything", "Addicted", dan "Perfect". Simple Plan tercatat mengatakan bahwa mereka menginginkan album yang murni pop-punk.[5] Judul album ini mengacu pada sebuah frase populer dari olahraga rugby, "No pads, no helmets, just balls."
Album ini mula-mula dirilis di Amerika Serikat dengan isi dua belas lagu, dengan lagu terakhir "Perfect". Namun edisi bonus dan edisi luar negeri kemudian muncul dalam berbagai versi dengan tambahan dua lagu pada dua belas lagu asli. Sebagai contoh, di edisi Amerika terdapat lagu bonus "Grow Up", dan "My Christmas List", sementara edisi Inggris terdapat lagu "One By One" dan "American Jesus" (live, lagu oleh Bad Religion), termasuk bonus dua video klip "I'd Do Anything" dan "I'm Just a Kid".
Di album ini juga terdapat vokal dari penyanyi dari dua band pop-punk lain, seperti dalam "I'd Do Anything" terdapat vokal Mark Hoppus dari Blink-182, dan dalam "You Don't Mean Anything" terdapat vokal Joel Madden dari Good Charlotte.
Pada tahun 2002, tahun saat Simple Plan merilis album ini, Simple Plan tampil di lebih dari 300 pertunjukan, menduduki posisi puncak chart "Alternative New Artist", dan tampil pada tur Jepang dimana tiketnya terjual habis.[6] Pada 2003, mereka tampil sebagai salah satu band utama di Vans Warped Tour. Juga sebuah penampilam yang terekam dalam sebuah film komedi kritik, Punk Rock Holocaust, dimana empat dari mereka diceritakan terbunuh. Mereka juga tampil dalam Warped Tour tahun 2004 dan 2005. Juga di 2003, mereka menjadi aksi pembuka untuk tur "Try To Shut Me Up" milik Avril Lavigne.[6] Sebagai tambahan beberapa tur, mereka juga menjadi aksi pembuka untuk Green Day dan Good Charlotte.[6] Album ini terjual 1 juta copy hingga awal 2003 tetapi album ini telah terjual 4 juta copy di seluruh dunia, menjadikan album tersukses mereka secara komersial.

Pada Oktober 2004, Simple Plan merilis album kedua mereka yang berjudul Still Not Getting Any..., yang nantinya diikuti oleh singel "Welcome to My Life", "Shut Up!", "Untitled (How Could This Happen to Me?)", dan "Crazy".
Seperti disebutkan sebelumnya, ketika menulis materi album "No Pads, No Helmets…Just Balls", para personil Simple Plan menginginkan album yang murni pop-punk. Tetapi kali ini, dalam proses menulis album "Still Not Getting Any…", mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin membatasi diri mereka pada genre punk, tetapi agaknya membiarkan diri mereka untuk menulis "musik yang baik".Berdasarkan bonus DVD dari "Still Not Getting Any…", selama pembuatan album, para personil Simple Plan sempat memikirkan beberapa nama unutk album ini, seperti "Get Rich or Die Trying" dan "In The Zone". Mereka memilih nama "Still Not Getting Any…" (arti: Masih Tidak Bisa Mendapatkan … satupun) untuk beberapa alasan. Alasan yang paling terkenal dan kira-kira paling mewakili adalah karena mereka berpikir bahwa mereka belum mendapatkan penilaian yang bagus, Pierre Bouvier menambahkan bahwa mereka baru mendapatkan satu penilaian yang baik, yaitu dari Alternative Press. Alasan yang lain adalah bahwa saat itu mereka masih belum mendapatkan respek yang baik. Ada banyak lagi alasan yang diutarakan oleh mereka, karena kata apapun benar-benar dapat diletakkan di bagian elipsis pada judul tersebut. Chuck Comeau menambahkan bahwa nama album tersebut "serba guna".
Sementara itu , dari segi musik "Still Not Getting Any…" menunjukkan perubahan yang dramatis dari gaya bermain Simple Plan. Mereka masih dapat menjaga gaya mereka untuk tetap menggunakan lirik downbeat yang dipadu dengan musik upbeat, tetapi mereka berhasil untuk keluar dari standar genre pop-punk. Walaupun banyak lagu dari album ini yang masih membawakan perasaan labil seorang remaja seperti lagu "I'm Just a Kid" dari album mereka sebelumnya, secara umum album ini cenderung ke tema lirik yang lebih dalam dan lebih dewasa, termasuk juga suara musik yang terdengar sedikit lebih keluar dari gaya pop-punk murni. Beberapa penilaian profesional menekankan pada penyertaan elemen rock "klasik" dan "tendensi", mengatakan bahwa album ini "tidak menekankan pop-punk yang sangat aktif dalam tujuan membentuk rock modern yang dibentuk dengan rapi dan tidak basa-basi".[7]



Setelah sekitar satu setengah tahun dalam tur "Still Not Getting Any…", mereka mengakhiri tur tersebut pada Februari 2006, untuk kemudian mengambil waktu istirahat singkat sebelum memulai pekerjaan pada album ketiga mereka. Pierre Bouvier melalui situs blog MySpace resminya mengatakan bahwa ia sedang menuju Miami pada 21 Maret 2007 untuk bekerja dengan seorang produser yang saat itu belum diketahui siapa, yang kemudian diketahui adalah Dave Fortman. Simple Plan mulai memasuki studio untuk tahap pra-produksi di Los Angeles pada 29 Juni. Pada 15 Juli mereka kembali ke Montreal untuk merekam lagu mereka di Studio Piccolo, studio yang sama tempat mereka merekam "Still Not Getting Any…." Ketika mereka selesai merekam seluruh lagu, mereka kembai ke Miami untuk tahap mixing dan mastering. Beberapa sentuhan akhir pada album dilakukan di New York dan album mereka resmi selesai pada 21 Oktober 2007, walaupun kemudian mereka kembali ke studio untuk merekam ulangabeberapa lirik dalam lagu "Generation".
"When I'm Gone", singel pertama dari album Simple Plan dirilis pada 29 Oktober 2007. Album Simple Plan diproduseri oleh Dave Fortman, yang terkenal atas kerjanya dengan Avril Lavigne dan Kelly Clarkson. Pada 17 Februari 2008, Simple Plan mendapatkan posisi chart tertinggi mereka di Inggris, setelah dua album sebelumnya gagal memasuki chart disana. Pada 29 November 2007, Simple Plan mengumumkan akan menunda tanggal rilis album dari sebelumnya 29 Januari 2008 menjadi tanggal 12 Februari 2008. Mereka juga merilis album dengan label "Japan version", dengan tambahan 2 lagu, yang dirilis seminggu lebih awal, yaitu pada 6 Februari 2008. Album ini adalah album yang paling gagal menuai sukses jika dibandingkan dengan seluruh album mereka.[8]
Setelah menyelesaikan tur promosional internasional mereka, Simple Plan tampil pada beberapa acara liburan pada Desember 2007. Pada 1 Juli 2008, mereka membuat konser gratis di Quebec City, Plains of Abraham, menarik 150.000 penonton ke acara Canada Day.[9] Setelah kemabali dari Asia tengah dan timur pada akhir Juli, mereka kembali pada tur ke seluruh Kanada[10] bersama dengan Faber Drive dan Cute is What We Aim For.[11] Metro Station dan The All-American Rejects sebenarnya dijadwalkan untuk ambil bagian dalam tur tersebut, namun dibatalkan karena suatu hal. Mereka kembali pada tur penuh Eropa kedua mereka pada 28 Oktober hingga 29 November, dengan Estonia dan Polandia untuk pertama kalinya. Simple Plan juga tampil di Tel Aviv dan Dubai pada awal Desember, dimana pada konser ini mereka tampil dengan empat personil mengikuti absennya bassist David Desrosiers karena masalah keluarga dan digantikan sementara oleh Sébastien Lefebvre untuk mengisi posisi bass.

Simple Plan merilis album keempat mereka yang berjudul Get Your Heart On! pada 21 Juni 2011. Album ini diproduseri oleh Brian Howes.[12][13] Album mereka kali ini adalah kali kedua mereka berkolaborasi dengan artis lain sejak album No Pads, No Helmets...Just Balls bersama Mark Hoppus (Blink-182) dan Joel Madden (Good Charlotte). Pada album ini, mereka berkolaborasi dengan Rivers Cuomo (Weezer), Natasha Bedingfield, K'naan dan Alex Gaskarth (All Time Low).[14] Pada 20 April mereka mengumumkan bahwa "Jet Lag" akan menjadi singel pertama dari album ini. Lagu tersebut dirilis dalam versi Inggris dan Perancis dimana Simple Plan berkolaborasi dengan Natasha Bedingfield dan Marie-Mai pada masing-masing lagu.[15] Untuk mempromosilan lagu tersebut, sebuah layanan bernama "JetLag Airlines" dibuat di situs web mereka, berisi berita, lirik, daftar lagu, dan video terkait album keempat mereka. "Jet Lag" diputar perdana pada 25 April, sementara video musiknya dirilis pada 4 Mei bersama Natasha Bedingfield dan 16 Mei bersama Marie-Mai.


wikipedia
»»  Selengkapnya

Senin, 17 Oktober 2011

Al Capone (Gangster)

Alphonse Gabriel Capone (lahir di New York City, 17 Januari 1899 – meninggal di Miami Beach, 25 Januari 1947 pada umur 48 tahun), secara populer dikenal sebagai Al Capone atau Scarface, adalah seorang Gangster Amerika Serikat yang memimpin sindikat kriminal memiliki dedikasi terhadap penyelundupan dan menjual secara gelap minuman keras dan aktivitas ilegal lainnya selama Era Pelarangan tahun 1920-an dan 1930-an.

Al Capone merupakan anak keempat dari pasangan Gabriele dan Teresina Capone, imigran asal Italia Selatan yang bermigrasi ke Amerika Serikat tahun 1893. Di Amerika, keluarga Capone pertama tinggal di 95 Navy Street. Saat Al berusia 11 tahun, keluarga Capone pindah ke 21 Garfield Place di Park Slope, Brooklyn.
Al Capone putus dari sekolah umum di Brooklyn, ia kemudian bekerja serabutan di sana termasuk di sebuah toko permen dan bowling. Selama masa itu Al Capone dipengaruhi oleh Giovanni Torrio alias John "Papa Johnny" Torrio atau disebut juga "The Fox" yang kelak menjadi mentornya.

Setelah pekejaannya sebagai pencuri kelas teri, Al Capone bergabung dengan komplotan yang terkenal buruknya yaitu Five Points Gang. Kemudian dia dipekerjakan sebagai tukang pukul di Coney Island Dance Hall and Saloon oleh Frankie Yale Si Tukang Palak. Di sinilah Al Capone menerima bekas luka yang membuat ia mendapat panggilan "Scarface".
Pada tanggal 30 Desember 1918, Al Capone menikah dengan Mae Josephine Coughlin, seorang perempuan Irlandia dan dikaruniai seorang putera yang diberi nama Albert Francis "Sonny" Capone. Kemudian, sekitar tahun 1921, Al Capone dan keluarga kecilnya memutuskan pindah ke Chicago dan menempati rumah di 7244 South Prairi Ave, selatan kota Chicago. Capone datang atas undangan Torrio yang sedang mencari peluang usaha berdagang barang-barang gelap. Masa itu Torrio memperoleh kekayaan dari hasil kejahatan James "Big Jim" Colosimo yang terbunuh (dugaan dibunuh oleh Frankie Yale, walaupun tuduhan itu tidak terbukti karena kekurangan bukti) setelah menolak memasuki bidang bisnis baru dan Al Capone pada masa itu juga telah didakwa melakukan pembunuhan.
Setelah pemilihan walikota 1923, walikota Chicago terpilih, William Emmet Dever melakukan reformasi, pemerintah kota Chicago mulai melakukan tekanan terhadap gangster dan penjahat di kota Chicago. Hal ini membuat para gangster dan penjahat gerah. Untuk menaruh markas besarnya di luar kota yurisdiksi, organisasi Capone (Chicago Outfit) masuk dengan cara kekerasan ke Cicero, Illinois. Mereka bertarung dengan penjahat Cicero, Myles O'Donnell dan William "Klondike" O'Donnell untuk memperebutkan kekuasaan di pusat kota Cicero. Kemenangan ada di tangan Capone, dan itu merupakan kemenangan Capone yang paling luar biasa; pengambilalihan pemerintah kota Cicero pada tahun 1924. Perang tersebut mengakibatkan lebih dari 200 orang tewas.
Capone (lewat pengikutnya Murray The Hump), mendalangi pembunuhan yang paling terkenal dalam dunia gang abad ke-20, Pembantaian hari Valentine. Di Chicago, pada tanggal 14 Februari 1929, terjadi peristiwa penembakan tujuh anggota gangster mafia Bugs Moran secara kejam. Meskipun rincian dari pembunuhan disebutkan hanya tujuh korban yang ditemukan di sebuah garasi 2212 North Clark Street tapi diperkirakan sesungguhnya korban tewas lebih dari itu. Kejadian itu langsung dihubungkan dengan Capone dan para pengikutnya terutama Murray the Hump dan Jack "Machine Gun" McGurn tapi tidak seorang pun pernah didakwa atas peristiwa tersebut.

Akhir dari sepak terjang Al Capone sendiri bukan karena pembunuhan, penganiayaan, perampokan, pencurian ataupun penyuapan, namun karena kasus penyelundupan. Al Capone ditangkap saat menyelundupkan minuman keras oleh agen FBI yang bernama Eliot Ness, yang sudah mengincar Al Capone sejak lama. Kasus itulah yang akhirnya menjadi pintu bagi para penegak hukum di AS untuk mengadilinya secara berlapis di meja hijau.
Al Capone akhirnya meninggal karena sakit setelah melewati hari-harinya selama 11 tahun di penjara dan rumah sakit.
 (wikipedia)

 Al Capone's Quotes

Capitalism is the legitimate racket of the ruling class.
Al Capone

I am like any other man. All I do is supply a demand.
Al Capone

I don't even know what street Canada is on.
Al Capone

I have built my organization upon fear.
Al Capone

My rackets are run on strictly American lines and they're going to stay that way.
Al Capone

Now I know why tigers eat their young.
Al Capone

Prohibition has made nothing but trouble.
Al Capone

This American system of ours, call it Americanism, call it capitalism, call it what you will, gives each and every one of us a great opportunity if we only seize it with both hands and make the most of it.
Al Capone

Vote early and vote often.
Al Capone

When I sell liquor, it's called bootlegging; when my patrons serve it on Lake Shore Drive, it's called hospitality.
Al Capone

You can get much farther with a kind word and a gun than you can with a kind word alone.
Al Capone
»»  Selengkapnya